Minggu, 23 Oktober 2011

Keindahan dan Keunikan Dieng Plateu

Awalnya sih sedang baca-baca rubrik di Republika,
ternyata picnicholic membahas tentang dataran tinggi Dieng,
wah, senangnya (bernostalgia: teringat jaman SMA study tour ke Dataran Tinggi Dieng)
Semoga suatu saat bisa menginjakkan kaki kesana lagi
Recomended Trip deh :)

Yuk, di simak ceritanya

Menyingkap Keindahan dan Keunikan Dieng Plateu

Sepuluh jam perjalanan Jakarta – Wonosobo mengantarkan kami ke dataran tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Dieng. Melewati jalan menanjak yang berkelak-kelok, terbentang pemandangan eksotis yang memanjakan penglihatan sejauh mata memandang. Hijaunya perbukitan dan perkebunan, langit biru yang cerah, masyarakat lokal yang masih beraktifitas, menyatu dalam harmonisasi alam yang berimbang. 

Sepanjang jalur menuju Dieng ini, semua pemandangan terasa begitu menarik, begitu alami. Hawa dingin langsung menyambut kami, menggantikan hawa panas yang dirasakan sepanjang perjalanan. Sore itu, diawal Juli, suhu di kawasan Dieng berada pada kisaran 18 derajat Celcius. Menurut masyarakat setempat, suhu terdingin biasanya pada bulan Juli – Agustus, dimana suhu saat malam hari bisa mencapai titik terendah hingga nol derajat Celcius.

Embun-embun terlihat mengkristal di rerumputan pada bulan tersebut. Bagi para petani di sana, suhu terendah ini bisa menjadi musuh yang mengancam karena merusak tanaman perkebunan mereka. Memang selain mengandalkan sektor pariwisata, penduduk lokal juga mengandalkan hasil perkebunannya sebagai mata pencaharian. Kentang, kubis, dan carica merupakan tanaman andalan dari daerah ini.

Dataran Tinggi Dieng atau terkenal dengan Dieng Plateu, masuk dalam kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Banyak obyek wisata yang bisa kita lihat di sekitar daerah ini. Kearifan lokal masyarakat setempat dan budaya Kejawen yang masih kental tampak sangat terasa saat kita berkunjung. 

Daerah yang terkenal dengan legenda ‘anak rambut gembel’ ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, namun juga makanan khas daerah setempat yang belum tentu bisa ditemukan di tempat lain. Mie Ongklok, Carica, Purwaceng dan panganan kentang adalah beberapa kuliner yang bisa dinikmati di kawasan Dieng. Kentang Dieng pun terkenal enak dan renyah, bahkan dalam keadaan tidak diolah, kentang tersebut mampu bertahan selama empat bulan.

Anak Rambut Gembel

Dataran Tinggi Dieng menyimpan keunikan yang hingga kini masih bisa kita saksikan. Beberapa anak yang tinggal di Dieng mempunyai rambut gembel. Rambut mereka menggumpal seperti rambut yang berbulan-bulan tidak dicuci dan disisir. Namun, tidak semua anak di Dieng mempunyai rambut gembel. 

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab gembel pada beberapa anak-anak di Dieng. Rambut gembel tersebut terbentuk bukan karena kesengajaan ataupun faktor genetika, Rambut gembel biasanya muncul setelah si anak mengalami demam tinggi dan disertai mengingau saat tidur. Menurut mereka, gejala demam ini tidak bisa diobati sampai akhirnya anak akan sembuh dengan sendirinya dan setelahnya rambut menjadi kusut.

Biasanya anak rambut gembel akan diruwat jika sudah ada permintaan dari si anak. Masyarakat setempat meyakini bahwa permintaan ruwat adalah permintaan dari Dewa. Permintaan apa pun yang diminta si anak rambut gembel saat ia minta diruwat, haruslah dipenuhi. Jika tidak, maka anak akan menjadi gila. 

Uniknya, setelah di ruwat, rambut anak akan tumbuh normal kembali seperti sedia kala. Ruwatan ini merupakan proses pengguntingan rambut dengan prosesi adat yang panjang dan melibatkan banyak orang dan tokoh adat.

Obyek Wisata

Berwisata ke Dieng, kita bisa mengunjungi beberapa obyek wisata hanya dalam satu hari saja. Obyek wisata tersebut saling berdekatan dan mudah dijangkau. Obyek wisata tersebut antara lain: 

Kawah Sikidang
Kidang dalam bahasa Jawa berarti Kijang. Kawah ini masih aktif mengeluarkan semburan lava panas dan gas. Gelembung-gelembung yang muncul di dalam kawah tampak berpindah-pindah atau lompat seperti Kijang. Bau belerang yang sangat menyengat, membuat beberapa pengunjung menggunakan masker kain agar pernafasan mereka tidak terganggu.

Telaga Warna
Telaga yang sering berubah warna ini selalu menjadi incaran wisatawan karena keindahannya. Perubahan warna terjadi akibat ganggang yang hidup di dalam telaga. 

Komplek Candi Arjuna
Lima candi berdiri secara sejajar dengan latar belakang lansekap yang sangat menarik. Komplek Candi Arjuna terlihat cantik karena dikelilingi taman-taman yang terawat rapi. Candi-candi yang sudah berusia ribuan tahun ini merupakan candi tertua di Pulau Jawa. Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembrada merupakan candi yang masih berdiri kokoh di antara 19 candi yang lainnya yang sudah hancur.


Suasana segar karena pemandangan yang hijau, menjadikan komplek candi ini terasa damai, romantis dan jauh dari kesan mistis. Pepohonan dan jalan setapak diatur sedemikian rupa untu memudahkan wisatawan berjalan mengelilingi komplek candi ini.

Museum Kailasa
Melalui teater mini dan display berbagai benda-benda purbakala, kita seakan diajak untuk ‘menikmati’ Dieng secara utuh, baik sejarahnya, kehidupan masyarakat dan budayanya, maupun segala keunikan lainnya.

Gunung Sikunir dan Danau KecebongGolden sunrise menjadi pemandangan yang paling spektakuler apabila berhasil mendaki Gunung Sikunir. 45 menit pendakian saat subuh yang sangat dingin akan terbayarkan dengan pemandangan yang sangat indah. Matahari terbit di antara bukit, menyatu dengan pemandangan desa-desa di bawah kaki bukit dan tumpukan awan yang begitu dekat dengan tubuh kita. Turun dari Sikunir, kita bisa santai di danau Kecebong sambil menikmati minuman hangat ataupun gorengan kentang dari beberapa penjaja disanaKulinerJangan sampai tidak mencoba makanan khas Dieng jika berkunjung ke sini. Manisan Carica, yang dikemas dalem botol bening, memberikan kesegaran setelah kita lelah beraktifitas. Carica adalah sejenis buah pepaya yang hanya tumbuh di Dieng.

Untuk mengisi perut kosong cobalah Mie Ongklok ataupun panganan dari kentang. Mie Ongklok, yang disajikan dengan kuah panas dan sate daging sapi, sangat pas menemani hawa dingin Dieng. Jika mau mencicipi makanan ringan, silahkan mencoba Tempe Kemul dan kentang goreng yang banyak dijual oleh penduduk lokal disana. Terakhir, Teh Purwaceng. Purwaceng adalah tanaman yang dianggap mampu meningkatkan vitalitas dan stamina. 

Kawasan wisata Dieng merupakan daerah yang mudah untuk dikunjungi. Kendaraan umum bisa mengantar kita hingga ke lokasi wisata. Penginapan berupa homestay juga mudah ditemukan dengan harga yang sangat terjangkau. 

Jika ingin berkunjung ke Dieng dengan kendaraan umum, carilah bis atau kereta api jurusan Wonosobo/Banjarnegara. Selanjutnya dari Wonosobo bisa naik angkutan umum yang menuju Dieng. Keramahtamahan penduduk setempat, senantiasa membuat diri kita lebih nyaman untuk bertanya jika ragu dengan arah ataupun dengan kendaraan yang akan dinaiki.

Selasa, 11 Oktober 2011

Mandi Junub

Banyak yang belum paham benar bagaimana cara mandi junub yang benar dalam islam, aku pun awalnya salah dalam menunaikan mandi junub ini, berawal dari pernikahan berdiskusilah kami bagaimana mandi junub kami masing-masing, disini coba aku perjelas dengan artikel dibaawah ini.

Mandi junub atau Mandi janabah ialah mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang mukalaf dari kalangan pria maupun wanita untuk membersihkan diri dari hadats besar. 

Cara menunaikan mandi junub :
  1. (tulis hadisnya dalam Sunan Abi Dawud jilid 1 hal. 63 hadits ke 249)
    • “Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda : Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus dialiri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadadanya demikian dan demikian dari api neraka”. HR. Abu Dawud dalam Sunannya hadits ke 249 dan Ibnu Majah dalam Sunannya hadits ke 599. Dan Ibnu Hajar Al Asqalani menshahihkan hadits ini dalam Talkhishul Habir jilid 1 halaman 249.
    • Dengan demikian kita harus meratakan air ketika mandi janabat ke seluruh tubuh dengan penuh kehati-hatian sehingga dilakukan penyiraman air ketubuh kita itu berkalai-kali dan rata
  2. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 429 hadits ke 248)
    • “Dari A’isyah radhiyallahu anha beliau menyatakan : Kebiasaannya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam apabila mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian beliau berwudhu’ seperti wudhu’ beliau untuk shalat, kemudian beliau memasukkan jari jemari beliau kedalam air, sehingga beliau menyilang-nyilang dengan jari jemari itu rambut beliau, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuh beliau”. HR. Al Bukhari dalam Shahihnya hadits nomer 248 (Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya hadits ke 316. Dalam riwayat Muslim ada tambahan lafadl berbunyi demikian : “Kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh tubuhnya, kemudian mencuci kedua telapak kakinya”.
    • Jadi dalam mandi junubnya Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, beliau memasukkan air ke sela-sela rambut beliau dengan jari-jemari beliau. Ini adalah untuk memastikan ratanya air mandi junub itu sampai ke kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di atasnya. Sehingga air mandi junub itu benar-benar mengalir ke seluruh kulit tubuh.
  3. (tulis haditsnya di Shahih Muslim Syarh An Nawawi juz 3 hal 556 hadits ke 317)
    • “Maimunah Ummul Mu’minin menceritakan : Aku dekatkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam air mandi beliau untuk janabat. Maka beliau mencuci kedua telapak tangan beliau dua kali atau tiga kali, kemudian beliau memasukkan kedua tangan beliau ke dalam bejana air itu, kemudian beliau mengambil air dari padanya dengan kedua telapak tangan itu untuk kemaluannya dan beliau mencucinya dengan telapak tangan kiri beliau, kemudian setelah itu beliau memukulkan telapak tangan beliau yang kiri itu ke lantai dan menggosoknya dengan lantai itu dengan sekeras-kerasnya. Kemudian setelah itu beliau berwudlu’ dengan cara wudlu’ yang dilakukan untuk shalat. Setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali tuangan dengan sepenuh telapak tangannya. Kemudian beliau membasuh seluruh bagian tubuhnya. Kemudian beliau bergeser dari tempatnya sehingga beliau mencuci kedua telapak kakinya, kemudian aku bawakan kepada beliau kain handuk, namun beliau menolaknya”. HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 317 dari Ibnu Abbas.
    • Dari hadits ini, menunjukkan bahwa setelah membasuh kedua telapak tangan sebagai permulaan amalan mandi junub, maka membasuh kemaluan sampai bersih dengan telapak tangan sebelah kiri dan setelah itu telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai dan baru mulai berwudhu’. Juga dalam riwayat ini ditunjukkan bahwa setelah mandi junub itu, sunnahnya tidak mengeringkan badan dengan kain handuk.
  4. (tulis haditsnya di Fathul Bari jilid 1 halaman 372 hadits ke 260)
    • “Dari Maimun (istri Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam), beliau memberitakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam ketika mandi janabat, beliau mencuci kemaluannya dengan tangannya, kemudian tangannya itu digosokkan ke tembok, kemudian setelah itu beliau mencuci tangannya itu, kemudian beliau berwudlu’ seperti cara wudlu’ beliau untuk shalat. Maka ketika beliau telah selesai dari mandinya, beliau membasuk kedua telapak kakinya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya, hadits ke 260.
    • Dari hadits ini, menunjukkan bahwa menggosokkan telapak tangan kiri setelah mencuci kemaluan dengannya, bisa juga menggosokkannya ke tembok dan tidak harus ke lantai. Juga dalam hadits ini diterangkan bahwa setelah menggosokkan tangan ke tembok itu, tangan tersebut dicuci, baru kemudian berwudlu’.
Kesimpulan Tata cara mandi junub yang benar adalah sebagai berikut :
  1. Mandi junub harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka menta’ati-Nya dan beribadah kepadaNya semata.
  2. Dalam mandi junub, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampai kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
  3. Mandi junub dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
  4. Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
  5. Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dibasuh dengan air.
  6. Setelah itu berwudlu’ sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.
  7. Kemudian mengguyurkan air dari kepala ke seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
  8. Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
  9. Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
  10. Disunnahkan untuk melaksanakan mandi junub itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam.
Keadaan yang mewajibkan kita untuk mandi junub :
  1. Keluarnya mani, apakah karena syahwat atau karena sebab yang lainnya. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabda beliau sebagai berikut :
    • Dari Abi Sa’id Al Khudri dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani”. HR. Muslim dalam Shahihnya. (Syarah Shahih Muslim An Nawawi juz 4 hal. 30 hadits ke 81)
    • Dalam menerangkan hadits ini Al Imam Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf An Nawawi menyatakan : “Dan Ma’nanya ialah : Tidak wajib mandi dengan air, kecuali bila telah keluarnya air yang kental, yaitu mani”.
  2. Berhubungan seks, baik keluar mani atau tidak keluar mani. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dalam sabdanya sebagai berikut :
    • Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam, bahwa beliau bersabda : “Apabila seorang pria telah duduk diantara empat bagian tubuh permpuan (yakni berhubungan seks) kemudian dia bersungguh-sungguh padanya (yakni memasukkan kemaluannya pada kemaluan perempuan itu), maka sungguh dia telah wajib mandi karenanya”. HR. Bukhari dalam Shahihnya. (Fathul Bari Ibni Hajar jilid 1 hal. 395 hadits ke 291)
  3. Berhentinya haid dan nifas
  4. Mati dalam keadaan Muslim, maka yang hidup wajib memandikannya.
Resume artikel: klik

Senin, 10 Oktober 2011

Kasih Ibu

Kasih ibu kepada beta 
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Sedih sekaligus terharu melihat gambar dan kisah ini
terbayang di pelupuk mata kejadian gempa itu,
ya Allah, ya tuhanku
Lindungi ibuku yang kini jauh dariku
Ampuni dosa-dosa ibuku
Kelak tempatkan ia di syurga terbaikmu ya Allah

This is a true story of Mother’s Sacrifice during the China Earthquake. After the Earthquake had subsided, when the rescuers reached the ruins of a young woman’s house, they saw her dead body through the cracks.But her pose was somehow strange that she knelt on her knees like a person was worshiping; her body was leaning forward, and her two hands were supporting by an object. The collapsed house had crashed her back and her head. With so many difficulties, the leader of the rescuer team put his hand through a narrow gap on the wall to reach the woman’s body. He was hoping that this woman could be still alive. However, the cold and stiff body told him that she had passed away for sure. He and the rest of the team left this house and were going to search the next collapsed building. For some reasons, the team leader was driven by a compelling force to go back to the ruin house of the dead woman. Again, he knelt down and used his had through the narrow cracks to search the little space under the dead body. Suddenly, he screamed with excitement,” A child! There is a child! “ 
The whole team worked together; carefully they removed the piles of ruined objects around the dead woman. There was a 3 years old little boy wrapped in a flowery blanket under his mother’s dead body. Obviously, the woman had made an ultimate sacrifice for saving her son. When her house was falling, she used her body to make a cover to protect her son. The little boy was still sleeping peacefully when the team leader picked him up. The medical doctor came quickly to exam the little boy. After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket. There was a text message on the screen. It said,” If you can survive, you must remember that I love you.” This cell phone was passing around from one hand to another. Every body that read the message wept. ” If you can survive, you must remember that I love you.” Such is the mother’s love for her child!!



Ini adalah kisah nyata Pengorbanan Ibu ketika terjadi Gempa Cina
Setelah Gempa itu mereda, Tim penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayatnya melalui celah-celah. Tapi entah bagaimana posenya aneh, dia berlutut di lututnya seperti orang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangannya seperti melindungi suatu benda. Reruntuhan rumah telah mengenai punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita tersebut. Dia berharap bahwa wanita ini bisa masih hidup. Namun, tubuhnya dingin dan kaku yang menyatakan bahwa dia telah meninggal.

Dia dan seluruh tim meninggalkan rumah ini dan akan mencari bangunan runtuh berikutnya. Untuk beberapa alasan, pemimpin tim didorong oleh suatu kekuatan yang menarik untuk kembali ke reruntuhan rumah wanita yang sudah meninggal tersebut. Sekali lagi, dia berlutut dan memeriksa melalui celah-celah sempit untuk mencari ruang kecil di bawah mayat. Tiba-tiba, ia berteriak, "Anak! Ada seorang anak disana!"

Seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka memindahkan tumpukan benda-benda rusak di sekitar wanita yang telah meninggal itu. Ada seorang anak kecil berusia 3 tahun terbungkus dalam selimut bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan besar untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya runtuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak kecil itu masih tertidur pulas, ketika pemimpin tim mengangkatnya.

Dokter medis datang dengan cepat untuk memeriksa anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar. Dikatakan, "Jika kamu dapat bertahan hidup, Anda harus ingat bahwa aku mencintaimu." ponsel ini lewat berkeliling dari satu tangan ke tangan lain. Setiap orang yang membaca pesan tersebut menangis. "Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mencintaimu." seperti itulah kasih ibu untuk anaknya!