Sedih tiap kali nonton reality show "Andai aku menjadi" di trans TV,
satu-satunya reality show yang mungkin nyata tanpa rekayasa. (so' tahu)
Selama ini, hanya bisa berucap kasihan & kasihan di dalam hati terhadap orang-orang yang menurutku kurang beruntung (padahal belum tentu mereka merasa seperti itu), sambil berdoa semoga diberi kekuatan dan dipermudah dalam memperoleh rizki.
kembali ke topik, sebenarnya kagum banget sama konsep programnya, diakhir acara si tokoh utama diberi bekal bahan makanan pokok, sandang, pangan dan sedikit perbaikan rumah agar tampak lebih layak disebut sebuah rumah tinggal. Ga ketinggalan juga dikasih hewan peliharaan, seperti kambing dan ayam, konsepnya "Memberi agar Berkembang" hehehe (ini aku yang buat sendiri)
Sampai kapan ya?
Hanya bisa seperti ini
Semoga Allah mempermudahkan keluarga kecil kami, untuk beramal lebih dari biasanya
Tak sekadar memberi beberapa ribu rupiah saja,
bahkan keluarga kecil kami harus bisa beramal dengan konsep "Memberi agar Berkembang".
Memberi itu indah
Indah ketika melihat senyum dan tatapan bahagia dari orang yang kita bagi.
Dalam hal ini, tidak hanya berlaku dalam konteks memberi materi,
contoh:
Ketika aku tersenyum di hadapan suami,
beliau bahkan turut tersenyum pula bahkan di tambah ciuman di kening
(manisnya.... jadi kangen @_@).
Ada satu hal lagi yang mungkin berat dalam "memberi"
yaitu Memberi disaat tidak ada
Bagaimana bisa memberi disaat diri sendiri belum terpenuhi kebutuhannya?
Hehe, inilah titik terpenting yang harus bisa dilewati
Mungkinkah Allah akan memberi kita lebih, padahal disaat sulitpun kita tak mampu memberi?
SUDAH LAYAKKAH KITA? Wallahu a’lam bish-shwabi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar